Skip to content
logo-look-media
  • Home
  • About
  • ServicesExpand
    • Digital Learning
    • Digital Content
  • Works
  • Referral
  • Blog
  • Contact
Request for Demo
logo-look-media

On the Job Training: Membangun Karyawan Kompeten dari Hari Pertama

ByAntonio Amazon October 19, 2026September 29, 2026 Learning and Development
on the job training
Bagikan artikel:

Melatih karyawan baru merupakan salah satu tantangan operasional terbesar bagi perusahaan yang sedang berkembang. Para manajer harus mengajarkan proses kerja dengan cepat, memastikan karyawan memahami tanggung jawab mereka, dan menjaga kekonsistenan di seluruh tim.

 On the job training  merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan karena karyawan belajar sambil melakukan pekerjaan nyata. Namun, tanpa struktur dan penguatan, pendekatan ini dapat menyebabkan pelatihan yang tidak konsisten dan ketimpangan pengetahuan.

Apa itu On The Job Training 

On the job training adalah metode pembelajaran yang imersif untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada karyawan baru langsung di tempat kerja, sehingga mereka dapat menjadi kompeten dalam menjalankan tugasnya. Proses ini berlangsung di lingkungan kerja yang sebenarnya, tempat mereka nantinya akan bekerja, sehingga karyawan merasa lebih nyaman dan mampu bekerja secara efektif. 

Selama periode pelatihan ini, karyawan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas profesional melalui program pelatihan praktis, yang umumnya diterapkan di perusahaan yang membutuhkan pemahaman terhadap mesin, perangkat lunak, atau peralatan tertentu. 

Dalam prosesnya, karyawan diharapkan mengamati karyawan senior atau fasilitator untuk memahami cara penggunaan alat tersebut, sekaligus mencoba mengerjakan tugas di bawah bimbingan supervisor atau manajer. Dengan demikian, on-the-job training memungkinkan karyawan memperoleh pengetahuan teoritis dan praktis secara seimbang, sehingga terbentuk menjadi profesional yang menyeluruh.

Selain mempelajari cara karyawan melaksanakan tugas, kamu mungkin akan mencoba melakukan tugas-tugas tersebut di bawah bimbingan seorang supervisor atau manajer. Tujuannya adalah agar kamu memperoleh pengetahuan teoritis dan praktis, sehingga menjadi seorang profesional yang serba bisa.

Karakteristik Utama OJT

1. Relevansi Kontekstual

Peserta pelatihan belajar menggunakan sistem, mesin, dan prosedur yang sama persis dengan yang akan mereka temui dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. 

2. Penerapan Praktis

Pembelajaran berlangsung secara real time dalam situasi nyata. Misalnya, saat melatih peserta untuk mengoperasikan mesin CNC, pelatihan dilakukan langsung di lokasi kerja, bukan di laboratorium simulasi.

3. Umpan Balik Langsung

Atasan atau mentor memberikan koreksi dan penguatan secara langsung kepada peserta pelatihan serta membantu mereka menyempurnakan keterampilan sebelum mereka mengembangkan kebiasaan yang tidak diinginkan.

4. Efisiensi Biaya

Organisasi dapat mengurangi biaya penggunaan fasilitas eksternal, mempekerjakan pelatih dari pihak ketiga, atau biaya perjalanan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di tempat kerja, termasuk peralatan, perangkat lunak, dan staf.

Look Media Referral Program

5. Orientasi Profesional

On the Job Training memperkenalkan karyawan baru pada budaya organisasi, ritme kerja, dan aturan tak tertulis sejak hari pertama, sehingga mempercepat adaptasi dan menumbuhkan semangat tim.

Pada dasarnya, On the Job Training mengubah lingkungan kerja menjadi laboratorium belajar-berpraktik di mana keterampilan dapat dipelajari dengan cepat, dan peserta pelatihan dapat dengan mudah bertransisi menjadi kontributor yang produktif.

Off-The-Job Training Vs. On-The-Job Training

Biasanya organisasi menggunakan kombinasi metode pelatihan, tetapi On the Job Training dan pelatihan di luar tempat kerja pada dasarnya berbeda. Berikut ini adalah ringkasan perbandingan untuk membantu manajer memutuskan metode mana, atau kombinasi metode mana, yang paling sesuai bagi mereka.

AspekOn The Job TrainingOff The Job Training
Lokasi Dilakukan di lingkungan kerja yang sebenarnya (area produksi, ruang kerja, atau lokasi klien).  Dilakukan di luar lingkungan kerja utama (pusat pelatihan, ruang kelas, platform e-learning).  
Learning Method Pembelajaran praktis dan berbasis pengalaman, di mana peserta pelatihan melakukan tugas nyata di bawah pengawasan.  Pembelajaran teoritis atau berbasis simulasi, yang diajarkan melalui ceramah, modul pra-rekaman, permainan peran, dan lokakarya.  
Pelatih  Mentor dari internal perusahaan yang merupakan rekan kerja berpengalaman, supervisor, atau manajer pelatihan.  Instruktur eksternal, akademisi, atau pelatih bersertifikat (mungkin di luar lokasi).  
Biaya  Umumnya biayanya lebih rendah karena memanfaatkan sumber daya yang ada, keahlian internal, dan peralatan.Seringkali lebih tinggi karena menambah biaya untuk tempat, perjalanan, honorarium pelatih pihak ketiga, dan bahan cetak.
PenyesuaianSangat selaras dengan proses, budaya, dan alat yang spesifik bagi perusahaan.  Lebih terstandarisasi atau umum, dan mungkin tidak mencerminkan alur kerja atau alat yang khas dari organisasi. 
Siklus Umpan Balik  Koreksi dan penguatan secara langsung dan real-time.  Umpan balik biasanya diberikan setelah penilaian, sesi evaluasi, atau sesi tindak lanjut.  
Penerapan  Cocok untuk peran yang membutuhkan keterampilan praktis, teknis, atau berbasis lapangan.  Ideal untuk pengetahuan dasar, konsep teoretis, akreditasi industri, atau pengembangan soft skill.  

Langkah-Langkah Training Steps

Penerapan On The Job Training yang sukses tidak hanya sekadar menunjuk seorang mentor dan berharap semuanya berjalan lancar. Diperlukan pendekatan sistematis yang memandu para manajer dan profesional SDM untuk mencapai konsistensi, kualitas, dan hasil yang dapat diukur. Berikut ini adalah uraian langkah demi langkahnya:

1. Melakukan Penilaian Kebutuhan Pelatihan

  • Lakukan analisis peran dan pemetaan kompetensi untuk mengidentifikasi semua keterampilan penting serta kesenjangan pengetahuan.
  • Padukan bukti kinerja (tingkat kesalahan, waktu siklus, umpan balik pelanggan) untuk mengidentifikasi prioritas pelatihan yang berdampak besar.
  • Prioritaskan tujuan pelatihan berdasarkan nilai strategis, aktivitas yang sangat penting bagi keselamatan, operasi yang menghasilkan pendapatan, atau interaksi dengan pelanggan yang berdampak besar.

2. Tetapkan Tujuan Pembelajaran SMART

  • Pastikan setiap tujuan bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu.
  • Sesuaikan tujuan dengan tujuan organisasi, misalnya dalam waktu 8 minggu, peserta pelatihan call center akan mencapai tingkat penyelesaian masalah pada panggilan pertama rata-rata 85% dengan skor kepuasan pelanggan (CSAT) 90% atau lebih.

3. Rancang Rencana Pelatihan Terstruktur

  • Pisahkan kompetensi menjadi modul-modul (misalnya, pengaturan mesin, pemeriksaan kualitas, protokol keselamatan, dll.) dan susunlah secara berurutan.
  • Kembangkan lembar periksa, SOP, panduan referensi cepat, serta pengaturan sandbox atau simulasi yang diperlukan.
  • Carilah pekerja terampil yang memiliki keterampilan teknis dan kemampuan mengajar. Adakan sesi pelatihan pelatih selama satu hari mengenai teori pembelajaran orang dewasa, metodologi umpan balik, rubrik, dan penilaian.
  • Alokasikan waktu untuk setiap fase (orientasi, magang, praktik terpandu, kemandirian yang dipantau), dan sediakan waktu tambahan untuk peserta pelatihan yang membutuhkan dukungan ekstra.

4. Melaksanakan On-The-Job Training

  • Perkenalkan budaya perusahaan, prosedur keselamatan, alur kerja dasar, dan formasi tim.
  • Minta peserta pelatihan mengamati para ahli (SMEs) saat mereka bekerja dan izinkan mentor menjelaskan tentang poin-poin penting dalam pengambilan keputusan serta detail-detail khusus dalam pekerjaan.
  • Di bawah pengawasan ketat, peserta pelatihan dapat melaksanakan tugas dan memantau kemajuan mereka menggunakan lembar kerja kompetensi untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan.
  • Seiring bertambahnya keahlian, kebutuhan akan pengawasan langsung dapat dikurangi, mentor melakukan audit secara acak dan memberikan umpan balik.
  • Pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan yang lebih bervariasi, tempatkan peserta pelatihan pada fungsi-fungsi terkait untuk meningkatkan fleksibilitas dan pemahaman mereka terhadap organisasi.

5. Pantau Perkembangan & Berikan Umpan Balik

  • Lakukan pertemuan mingguan antara mentor dan peserta pelatihan untuk meninjau indikator kinerja (tingkat kesalahan, produktivitas), serta merumuskan sasaran.
  • Lakukan pengujian resmi pada fase-fase utama (Minggu ke-4 dan Minggu ke-8) yang mencakup demonstrasi praktis dan kuis singkat.
  • Gunakan dua siklus umpan balik: mentor dapat diberi panduan, dan peserta pelatihan dapat memberikan pendapat jujur mengenai efektivitas pelatihan.
  • Rekam semua entri di LMS atau lembar pelacakan bersama, seperti entri persetujuan kompetensi, hasil penilaian, dan catatan umpan balik.

6. Ukur ROI & Evaluasi Efektivitas

  • Gunakan Empat Level yang dibuat oleh Kirkpatrick untuk mengevaluasi tanggapan peserta pelatihan, kinerja pembelajaran, kinerja saat bertugas, dan hasil bisnis secara keseluruhan.
  • Telusuri KPI seperti jangka waktu untuk mencapai kompetensi, tingkat kesalahan/cacat, retensi, kepuasan supervisor, dan CSAT/NPS.
  • ROI, yang dihitung dengan mengurangkan biaya pelatihan bersih (kompensasi mentor, biaya bahan, penurunan produktivitas) dari manfaat bersih (peningkatan pendapatan, penghematan biaya, peningkatan kualitas), kemudian membaginya dengan biaya pelatihan bersih.
  • Buat rubrik kompetensi menjadi lebih spesifik, revisi jadwal, perbarui pelatih, dan revisi sumber daya pelatihan menggunakan data evaluasi.

7. Dukungan dan Pembelajaran Berkelanjutan

  • Lakukan pertemuan rutin dengan mentor secara berkelanjutan, terutama saat meluncurkan produk baru atau selama musim dengan permintaan tinggi.
  • Bentuk komunitas praktik (misalnya, forum online dan sesi makan siang dan belajar triwulanan) di mana karyawan mendiskusikan praktik terbaik dan memecahkan masalah yang muncul.
  • Berikan penguatan tepat waktu melalui workshop pembaruan dan pembelajaran mikro (video berdurasi 2–5 menit, infografis dalam bentuk cetak).
  • Manfaatkan data kinerja On the Job Training untuk mengidentifikasi karyawan berpotensi tinggi guna perencanaan penerus dan jalur pelatihan lanjutan.

Kesimpulan

On the Job Training (OJT) merupakan metode pelatihan yang efektif karena menggabungkan pembelajaran teoritis dan praktik langsung di lingkungan kerja nyata. Pendekatan ini memungkinkan karyawan baru untuk cepat beradaptasi, memahami tugas secara kontekstual, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.

Namun, keberhasilan On the Job Training sangat bergantung pada adanya struktur yang jelas, tujuan pembelajaran yang terukur, serta pendampingan yang konsisten. Tanpa hal tersebut, pelatihan berisiko menjadi tidak seragam dan kurang efektif.

Melalui langkah-langkah yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan, On the Job Training dapat menghasilkan karyawan yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi secara optimal bagi organisasi.

Untuk membaca artikel lain pada Look Media blog, klik pada tautan berikut.  Look Media Blog .


Bagikan artikel:

Post navigation

Previous Previous
5 Hal Utama di Laporan LMS untuk Mengukur Keberhasilan Training Karyawan

Recent Post

on the job training

On the Job Training: Membangun Karyawan Kompeten dari Hari Pertama

5 Hal Utama di Laporan LMS untuk Mengukur Keberhasilan Training Karyawan

product knowledge

Product Knowledge: Fondasi Utama Dalam Strategi Penjualan

About

logo-look-media

Look Media merupakan penyedia jasa pengembangan konten dan sistem digital untuk tujuan pembelajaran di internal perusahaan ataupun tujuan komersil.

Follow Us

lookmedia-wc Logo

Look Media by PT. Republik Desain Indonesia, The BEST Digital Solution provider in Indonesia.

COMPANY
  • About
  • Contact
SERVICES
  • Digital Learning
  • Digital Content
USEFUL LINKS
  • Blog
  • Referral
  • Career
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Jasa Pembuatan E-Learning Terbaik di Indonesia
CONTACT

The Bellezza Office BSA Lt. 1 SA1-06, Jl. Permata Hijau

+62 878-8798-8694

info@lookmedia.co.id

© 2022 Look Media, All rights reserved.

Request for Demo
  • Home
  • About
  • Services
    • Digital Learning
    • Digital Content
  • Works
  • Referral
  • Blog
  • Contact
Linkedin YouTube Instagram Facebook WhatsApp